RUMAH KOSMETIK NET
Sabtu, 05 Desember 2015
5 Cara Bangun Tidur Paling Efektif
5 Cara Bangun Tidur Paling Efektif bisa dilakukan yang pertama dengan meminum air putih sebelum dan sesudah tidur
Yang kedua, makan jangan sampai kekenyangan sebelum tidur
Yang ketiga, pasang alarm di dekat telinga.
Yang keempat, usahakan maksimal tidur malam jam 10 malam.
Yang terakhir, cuci muka dan sigat gigi sebelum dan sesudah tidur.
Selamat mencoba.
Selasa, 14 Juli 2015
SETELAH 'LGBT' GILIRAN 'INCEST' MINTA DILEGALKAN DI JERMAN !!
Tidak tau siapa yang memulai, jelasnya dewan komite di negara tersebut kini sedang membahas permasalahan ini dalam pertemuan rutin anggota dewan. Diduga, mereka membahas legalisasi pernikahan antara pasangan yang memiliki hubungan darah ini karena adanya kasus percintaan kakak beradik yang menghasilkan empat orang anak, seperti dilansir Metro.
Dengan berdalih selain mengurangi kelahiran bayi yang abnormal, menurut mereka legalisasi ini juga bisa berpengaruh pada penurunan angka kriminalitas. Sebab, pelaku hubungan percintaan sedarah yang saat ini dianggap ilegal di negara tersebut terus meningkat.
Seperti kasus yang dialami Patrick Stuebig yang dihukum penjara selama 3 tahun karena menjalin hubungan dengan saudari-nya sendiri. Sehingga, kesimpulannya dewan komite tidak ingin penjara penuh hanya gara-gara pelaku incest yang terus bertambah setiap tahunnya.
Alamak bisa menjadi runyam begini ya? Setelah pernikahan sesama jenis kini giliran pelaku incest yang berjuang agar bisa diakui perilaku seksualnya di mata masyarakat. Jadi kesimpulannya para pelaku seksual yang menyimpang selama ini hanya memburu pengakuan masyarakat atas perilakunya itu dong? Bagaimana menurut Ayah Bunda tentang informasi yang mengejutkan ini?
Dengan berdalih selain mengurangi kelahiran bayi yang abnormal, menurut mereka legalisasi ini juga bisa berpengaruh pada penurunan angka kriminalitas. Sebab, pelaku hubungan percintaan sedarah yang saat ini dianggap ilegal di negara tersebut terus meningkat.
Seperti kasus yang dialami Patrick Stuebig yang dihukum penjara selama 3 tahun karena menjalin hubungan dengan saudari-nya sendiri. Sehingga, kesimpulannya dewan komite tidak ingin penjara penuh hanya gara-gara pelaku incest yang terus bertambah setiap tahunnya.
Alamak bisa menjadi runyam begini ya? Setelah pernikahan sesama jenis kini giliran pelaku incest yang berjuang agar bisa diakui perilaku seksualnya di mata masyarakat. Jadi kesimpulannya para pelaku seksual yang menyimpang selama ini hanya memburu pengakuan masyarakat atas perilakunya itu dong? Bagaimana menurut Ayah Bunda tentang informasi yang mengejutkan ini?
Zaman semakin aneh, penjagaan terhadap anak-anak kita juga harus semakin extra waspada jangan sampai anak-anak kita menjadi salah satu 'korban' dari penyakit masyarakat seperti ini
Kamis, 09 Juli 2015
JANGAN BILANG "JANGAN' KE ANAK ANDA
Jangan Bilang "Jangan" Ke Anak Anda
Dalam kehidupan sehari-hari sering kita anak kecil yang dengan asiknya bermain permainan di taman yang dijaga orang tuanya, lalu anak tersebut merasa bosan lalu mengambil batu dan melempar batu tersebut ke sembarang arah atau mengambil segenggam tanah tanah lalu diaduk-aduk, lalu dengan tiba-tiba orang tuanya membentak "jangan main batu Dee'!" atau "jangan main tanah, kakaa..'!"
Itu adalah contoh keseharian yang mungkin sering kita temui dan contoh-contoh lainnnya.
Terkadang kita tidak sadar apa yang kita ucapkan itu seakan-akan sepela tetapi kenyataannya itu membekas pada anak kita dan berakibat pada psikologi anak. Anak akan merasa terkekang, dan semakin lama/sering itu terjadi maka perasaan terkekang itu menumpuk pada anak tersebut.
Berakibat anak kita suatu saat akan melakukan sesuatu hal yang mungkin bisa saja negatif tetapi karena jauh dari orang tua (karena tidak diawasi) maka dia merasa bebas-sebebasnya tanpa kontrol orang tua. Atau bisa saja anak tersebut berdampak negatif tidak memiliki "WILL" (kemauan/hasrat).
Jika anak tidak memiliki hasrat, sangat memungkinkan dia tidak memiliki daya juang yang mumpuni atau lebih parah lagi menjadi malas.
Karena pada usia-usia kecil (3-5 tahun), otak anak kecil sedang berkembang pesat (golden age), dan apa saja informasi yang masuk akan terekam jelas dibenaknya bahkan hingga dewasa. Jadi pilah-pilih lah ucapan yang akan Bunda dan Ayahanda ingin sampaikan ke anak-anak Anda.
Dalam kehidupan sehari-hari sering kita anak kecil yang dengan asiknya bermain permainan di taman yang dijaga orang tuanya, lalu anak tersebut merasa bosan lalu mengambil batu dan melempar batu tersebut ke sembarang arah atau mengambil segenggam tanah tanah lalu diaduk-aduk, lalu dengan tiba-tiba orang tuanya membentak "jangan main batu Dee'!" atau "jangan main tanah, kakaa..'!"
Itu adalah contoh keseharian yang mungkin sering kita temui dan contoh-contoh lainnnya.
Terkadang kita tidak sadar apa yang kita ucapkan itu seakan-akan sepela tetapi kenyataannya itu membekas pada anak kita dan berakibat pada psikologi anak. Anak akan merasa terkekang, dan semakin lama/sering itu terjadi maka perasaan terkekang itu menumpuk pada anak tersebut.
Berakibat anak kita suatu saat akan melakukan sesuatu hal yang mungkin bisa saja negatif tetapi karena jauh dari orang tua (karena tidak diawasi) maka dia merasa bebas-sebebasnya tanpa kontrol orang tua. Atau bisa saja anak tersebut berdampak negatif tidak memiliki "WILL" (kemauan/hasrat).
Jika anak tidak memiliki hasrat, sangat memungkinkan dia tidak memiliki daya juang yang mumpuni atau lebih parah lagi menjadi malas.
Karena pada usia-usia kecil (3-5 tahun), otak anak kecil sedang berkembang pesat (golden age), dan apa saja informasi yang masuk akan terekam jelas dibenaknya bahkan hingga dewasa. Jadi pilah-pilih lah ucapan yang akan Bunda dan Ayahanda ingin sampaikan ke anak-anak Anda.
Kamis, 11 Juni 2015
Jumat, 05 Juni 2015
Hindari Kebiasaan Ini, Maka Anda Akan Sukses !!
Sebuah artikel dari teman saya yang sangat menarik jika Anda semua ingin sukses. Saya baca dan bagikan kepada pembaca dan mari maju bersama membangun NKRI pada umumnya, dan masing-masing individu pada khususnya (minimal maju untuk diri pembaca dulu deh)
Sebenarnya kebiasaan kurang produktif itu bukan saja merugikan perusahaan, tapi juga diri yang bersangkutan. Banyak karyawan yang karirnya begitu saja, merasa kekuangan waktu, keluarga jadi kurang harmonis karena tidak punya waktu, gara-gara tidak bisa membagi waktunya. Namun, kalau dilihat lebih jauh, persoalannya bukanlah tidak punya waktu, melainkan tidak bisa mengelola waktu, khususnya dengan melakukan hal-hal yang produktif.
10 Kebiasaan Kurang produktif
Mari kita teliti satu demi satu, apa sajakah hal-hal yang seringkali menghambat produktivitas, khususnya bagi kita di kota-kota besar di Indonesia.
Pertama, datang tanpa rencana ke kantor. Pepatah mengatakan, “If you don’t have your schedule, other people will put their schedule into yours”. Jika kamu tidak punya jadwal, orang lainlah yang akan memasukkan jadwalnya padamu. Saya seringkali melihat orang yang datang ke kantor dan bengong mau ngapain, tiba-tiba temannya yang punya kerjaan mendatanginya dan mengajaknya meeting, meminta bantuan, dan lain-lain. Karena tidak punya rencana yang jelas, dia pun jadi mengerjakan pekerjaan orang lain (hei, bukan berarti kita enggak boleh bantu temen lho ya). Tetapi gara-gara itu, kerjaannya yang penting justru tidak terselesaikan. Ingatlah, tanpa rencana ke kantor itu sama artinya membiarkan fokus terganggu oleh apapun yang akan terjadi di sekitar. Misal ada obrolan, kita pun jadi ikut nimbrung. Atau, malah duduk membaca koran. Untuk yang satu ini, saran saya sebenarnya sederhana. Setiap kali sebelum pulang, tempelkan post it notes yang berisi hal-hal yang hendak dikerjakan keesokan harinya di kantor.
Kedua, tidak rapi. Akibatnya, waktu untuk kerja habis hanya untuk mencari berbagai hal penunjang kerja (barang, file, dokumen, dan lain-lain). Ini biasanya akibat pribadi yang tidak rapi (clumsy). Pasti pernah mengalaminya bukan?
Ketiga, rutinitas pribadi yang justru memakan waktu banyak, tanpa disadari. Misalnya merokok, ngeteh atau minum kopi, merapikan diri, dan bersih-bersih, yang ternyata jadi berkepanjangan. Sebagai contoh, ada yang punya kebiasaan merokok sampai 30 menit lebih ataupun berdandan hingga hampir 30 menit. Waktunya diboroskan tanpa banyak kesempatan melakukan hal yang penting. Hati-hatilah dengan kebiasaan ataupun ritual pribadimu (yang lamaaaaa banget!). Lain kali, kalaupun mau melakukan ritual pribadi, tentukan dan batasilah waktumu. Itu akan membuat waktumu lebih efektif.
Keempat, godaan menjelajah internet tanpa sasaran yang jelas. Berhati-hatilah agar diri kita tidak menjadi cyber zombie. Pernah kan melihat tampang orang yang kelamaan menjelajah di internet? Wajahnya kayak zombie, menatap layar dengan wajah datar serta dengan tatapan kosong? Itulah cyber zombie. Andapun dapat menjadi cyber zombie dan waktu Anda pun menjadi sangat tidak produktif lantaran menjelajah internet, dari satu situs ke situs lain, jika dilakukan tanpa arah yang jelas. Untuk itu, fokuslah. Tatkala mau menjelajah internet, katakan “Hanya fokus untuk mencari data ini!”. Kalaupun Anda menemukan website yang memang bagus, catat saja. Jangan tergoda memenuhi keingintahuan saat itu juga. Luangkan di lain kesempatan untuk membuka. Percayalah, menjelajah internet tanpa arah yang jelas adalah salah satu cara membuang-buang waktu, kecuali kalau kamu memang kurang kerjaan, kebosanan, atau tidak tahu sama sekali apa yang harus dilakukan. Namun, sungguh kurang bijak menjelajah internet tanpa arah, sementara banyak pekerjaan kantor yang masih menunggu untuk diselesaikan!
Kelima, ngobrol yang kebablasan. Memang, kita di Indonesia terkenal suka ngobrol. Sebenarnya sih ini kebiasaan bersosialisasi yang baik. khususnya bila dibandingkan dengan masyarakat yang sering tidak mau peduli sama sekali. Hanya sayangnya, waktu ngobrol ini sering kurang tepat. Kadangkala, jam kerja di kantor dipakai untuk curhat ataupun ngegosip yang tidak terbatasi waktunya. Akibatnya waktu jadi terbuang percuma.
Keenam, jika Anda termasuk terobsesi cek email dan gadget yang terlalu sering, hati-hatilah! Lain ceritanya kalau pekerjaan Anda terkait dengan sales yang mengandalkan panggilan orang ataupun memang perlu mengecek email atau pesan terus-menerus. Masalahnya, kadang banyak di antara panggilan ataupun message yang Anda terima justru bukanlah yang penting, yang harus segera direspon. Kalau sudah demikian, berarti bisa menunggu. Jangan terhinggapi penyakit gadget obsession yang bisa jadi mengecek BBM, WA atau SMS setiap 2 menit sekali! Kalau sudah terdistraksi (terganggu), biasanya untuk fokus lagi akan jadi susah. Bijaksanalah mengecek message ataupun gadget Anda.
Ketujuh, kebiasaaan update status media sosial yang terlalu rutin. Ini bisa jadi semacam obsesi juga. Kadang, ada orang yang merasa dirinya begitu penting, seperti seorang ‘self celebrity’ yang perlu update status sehingga orang lain perlu tahu apa yang dia kerjakan terus-menerus. Oleh karena itu, untuk yang satu inipun Anda harus menjadwalkan waktu. Kalaupun merasa perlu update sosmed, belajarlah untuk kasih waktu yang rutin. Lagipula kalau kepingin, Anda bisa menggunakan model schedule (yang terjadwal dan bisa diprogramkan) untuk mengunggah.
Kedelapan adalah aktivitas remeh temeh yang ternyata menghabiskan waktu seperti menunggu orang, bikin teh-kopi, menunggu barang atau dokumen, dan lain-lain. Saya pernah melakukan suatu dokumentasi untuk melihat berapa banyak waktu remeh temeh yang saya habiskan. Ternyata, jika menit demi menit yang kecil untuk hal remeh temeh itu dijumlahkan, hasilnya lumayan banyak. Berhati-hatilah dengan hal-hal remeh temah yang terkadang bisa menghabiskan banyak dari waktumu.
Kesembilan, tidak bisa berkata ‘tidak’ pada hal-hal yang jelas menghabiskan waktu. Kadangkala karena takut membuat orang lain tersinggung, kecewa ataupun jengkel, Anda membiarkan diri Anda melakukan ataupun terlibat dalam aktivitas yang sebenarnya memboroskan waktu dengan seseorang. Misalnya obrolan berkepanjangan di telepon yang seharusnya Anda stop ataupun meeting yang bertele-tele. Seharusnya, kalau ingin menjadi lebih produktif, beranilah mengatakan tidak kepada berbagai aktivitas ataupun ajakkan yang menurut Anda memang tidak produktif.
Kesepuluh adalah aktivitas hobi yang dihabiskan di kantor. Kebiasaan main game, adalah salah satu contohnya. Bisa juga aktivitas seperti online shopping di saat-saat jam kantor ataupun download file yang tidak ada hubungannya dengan kerjaan kantor, yang ternyata menghabiskan waktu Anda.
Maka dari itu, mulai sekarang waspadailah kesepuluh penghancur produktivitas di atas yang bisa merampas banyak waktu produktifmu. Sekali lagi, banyak orang komplain karena merasa tidak punya waktu untuk keluarga, untuk anak, dan lain-lain. Jangan-jangan Anda bukannya tidak punya waktu tetapi tidak mampu mengelola waktu Anda!
Penulis:
Anthony Dio Martin
Direktur HR Excellency, ahli psikologi, speaker, penulis buku-buku best seller, host program Smart Emotion di radio SmartFM Jakarta.
![]() |
| Kebiasaan Kurang Produktif |
Sebenarnya kebiasaan kurang produktif itu bukan saja merugikan perusahaan, tapi juga diri yang bersangkutan. Banyak karyawan yang karirnya begitu saja, merasa kekuangan waktu, keluarga jadi kurang harmonis karena tidak punya waktu, gara-gara tidak bisa membagi waktunya. Namun, kalau dilihat lebih jauh, persoalannya bukanlah tidak punya waktu, melainkan tidak bisa mengelola waktu, khususnya dengan melakukan hal-hal yang produktif.
10 Kebiasaan Kurang produktif
Mari kita teliti satu demi satu, apa sajakah hal-hal yang seringkali menghambat produktivitas, khususnya bagi kita di kota-kota besar di Indonesia.
Pertama, datang tanpa rencana ke kantor. Pepatah mengatakan, “If you don’t have your schedule, other people will put their schedule into yours”. Jika kamu tidak punya jadwal, orang lainlah yang akan memasukkan jadwalnya padamu. Saya seringkali melihat orang yang datang ke kantor dan bengong mau ngapain, tiba-tiba temannya yang punya kerjaan mendatanginya dan mengajaknya meeting, meminta bantuan, dan lain-lain. Karena tidak punya rencana yang jelas, dia pun jadi mengerjakan pekerjaan orang lain (hei, bukan berarti kita enggak boleh bantu temen lho ya). Tetapi gara-gara itu, kerjaannya yang penting justru tidak terselesaikan. Ingatlah, tanpa rencana ke kantor itu sama artinya membiarkan fokus terganggu oleh apapun yang akan terjadi di sekitar. Misal ada obrolan, kita pun jadi ikut nimbrung. Atau, malah duduk membaca koran. Untuk yang satu ini, saran saya sebenarnya sederhana. Setiap kali sebelum pulang, tempelkan post it notes yang berisi hal-hal yang hendak dikerjakan keesokan harinya di kantor.
Kedua, tidak rapi. Akibatnya, waktu untuk kerja habis hanya untuk mencari berbagai hal penunjang kerja (barang, file, dokumen, dan lain-lain). Ini biasanya akibat pribadi yang tidak rapi (clumsy). Pasti pernah mengalaminya bukan?
Ketiga, rutinitas pribadi yang justru memakan waktu banyak, tanpa disadari. Misalnya merokok, ngeteh atau minum kopi, merapikan diri, dan bersih-bersih, yang ternyata jadi berkepanjangan. Sebagai contoh, ada yang punya kebiasaan merokok sampai 30 menit lebih ataupun berdandan hingga hampir 30 menit. Waktunya diboroskan tanpa banyak kesempatan melakukan hal yang penting. Hati-hatilah dengan kebiasaan ataupun ritual pribadimu (yang lamaaaaa banget!). Lain kali, kalaupun mau melakukan ritual pribadi, tentukan dan batasilah waktumu. Itu akan membuat waktumu lebih efektif.
Keempat, godaan menjelajah internet tanpa sasaran yang jelas. Berhati-hatilah agar diri kita tidak menjadi cyber zombie. Pernah kan melihat tampang orang yang kelamaan menjelajah di internet? Wajahnya kayak zombie, menatap layar dengan wajah datar serta dengan tatapan kosong? Itulah cyber zombie. Andapun dapat menjadi cyber zombie dan waktu Anda pun menjadi sangat tidak produktif lantaran menjelajah internet, dari satu situs ke situs lain, jika dilakukan tanpa arah yang jelas. Untuk itu, fokuslah. Tatkala mau menjelajah internet, katakan “Hanya fokus untuk mencari data ini!”. Kalaupun Anda menemukan website yang memang bagus, catat saja. Jangan tergoda memenuhi keingintahuan saat itu juga. Luangkan di lain kesempatan untuk membuka. Percayalah, menjelajah internet tanpa arah yang jelas adalah salah satu cara membuang-buang waktu, kecuali kalau kamu memang kurang kerjaan, kebosanan, atau tidak tahu sama sekali apa yang harus dilakukan. Namun, sungguh kurang bijak menjelajah internet tanpa arah, sementara banyak pekerjaan kantor yang masih menunggu untuk diselesaikan!
Kelima, ngobrol yang kebablasan. Memang, kita di Indonesia terkenal suka ngobrol. Sebenarnya sih ini kebiasaan bersosialisasi yang baik. khususnya bila dibandingkan dengan masyarakat yang sering tidak mau peduli sama sekali. Hanya sayangnya, waktu ngobrol ini sering kurang tepat. Kadangkala, jam kerja di kantor dipakai untuk curhat ataupun ngegosip yang tidak terbatasi waktunya. Akibatnya waktu jadi terbuang percuma.
Keenam, jika Anda termasuk terobsesi cek email dan gadget yang terlalu sering, hati-hatilah! Lain ceritanya kalau pekerjaan Anda terkait dengan sales yang mengandalkan panggilan orang ataupun memang perlu mengecek email atau pesan terus-menerus. Masalahnya, kadang banyak di antara panggilan ataupun message yang Anda terima justru bukanlah yang penting, yang harus segera direspon. Kalau sudah demikian, berarti bisa menunggu. Jangan terhinggapi penyakit gadget obsession yang bisa jadi mengecek BBM, WA atau SMS setiap 2 menit sekali! Kalau sudah terdistraksi (terganggu), biasanya untuk fokus lagi akan jadi susah. Bijaksanalah mengecek message ataupun gadget Anda.
Ketujuh, kebiasaaan update status media sosial yang terlalu rutin. Ini bisa jadi semacam obsesi juga. Kadang, ada orang yang merasa dirinya begitu penting, seperti seorang ‘self celebrity’ yang perlu update status sehingga orang lain perlu tahu apa yang dia kerjakan terus-menerus. Oleh karena itu, untuk yang satu inipun Anda harus menjadwalkan waktu. Kalaupun merasa perlu update sosmed, belajarlah untuk kasih waktu yang rutin. Lagipula kalau kepingin, Anda bisa menggunakan model schedule (yang terjadwal dan bisa diprogramkan) untuk mengunggah.
Kedelapan adalah aktivitas remeh temeh yang ternyata menghabiskan waktu seperti menunggu orang, bikin teh-kopi, menunggu barang atau dokumen, dan lain-lain. Saya pernah melakukan suatu dokumentasi untuk melihat berapa banyak waktu remeh temeh yang saya habiskan. Ternyata, jika menit demi menit yang kecil untuk hal remeh temeh itu dijumlahkan, hasilnya lumayan banyak. Berhati-hatilah dengan hal-hal remeh temah yang terkadang bisa menghabiskan banyak dari waktumu.
Kesembilan, tidak bisa berkata ‘tidak’ pada hal-hal yang jelas menghabiskan waktu. Kadangkala karena takut membuat orang lain tersinggung, kecewa ataupun jengkel, Anda membiarkan diri Anda melakukan ataupun terlibat dalam aktivitas yang sebenarnya memboroskan waktu dengan seseorang. Misalnya obrolan berkepanjangan di telepon yang seharusnya Anda stop ataupun meeting yang bertele-tele. Seharusnya, kalau ingin menjadi lebih produktif, beranilah mengatakan tidak kepada berbagai aktivitas ataupun ajakkan yang menurut Anda memang tidak produktif.
Kesepuluh adalah aktivitas hobi yang dihabiskan di kantor. Kebiasaan main game, adalah salah satu contohnya. Bisa juga aktivitas seperti online shopping di saat-saat jam kantor ataupun download file yang tidak ada hubungannya dengan kerjaan kantor, yang ternyata menghabiskan waktu Anda.
Maka dari itu, mulai sekarang waspadailah kesepuluh penghancur produktivitas di atas yang bisa merampas banyak waktu produktifmu. Sekali lagi, banyak orang komplain karena merasa tidak punya waktu untuk keluarga, untuk anak, dan lain-lain. Jangan-jangan Anda bukannya tidak punya waktu tetapi tidak mampu mengelola waktu Anda!
Penulis:
Anthony Dio Martin
Direktur HR Excellency, ahli psikologi, speaker, penulis buku-buku best seller, host program Smart Emotion di radio SmartFM Jakarta.
Selasa, 13 Januari 2015
Rabu, 24 Desember 2014
Berusaha itu keharusan, rizqi adalah kejutan dari-Nya...
"Rizqi dan Ikhtiar"
Mungkin kau tak tahu di mana rizqimu. Tapi rizqimu tahu di mana engkau.
Dari langit, laut, gunung & lembah. Rabb memerintahkannya menujumu.
Allah berjanji menjamin rizqimu. Maka melalaikan ketaatan pada-Nya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijamin-Nya adalah kekeliruan berganda.
Tugas kita bukan mengkhawatiri rizqi atau bermuluk cita memiliki, melainkan menyiapkan jawaban "dari mana" & "untuk apa" atas tiap karunia.
Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia, dia alpa bahwa hakikat rizqi bukanlah yang tertulis dalam angka, tapi apa yang dinikmatinya.
Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya, demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya mati.
Maka amat keliru jika bekerja dimaknai mentawakkalkan rizqi pada perbuatan kita. Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rizqi itu urusan-Nya.
Kita bekerja untuk bersyukur, menegakkan taat & berbagi manfaat. Tapi rizqi tak selalu terletak di pekerjaan kita. Allah taruh sekehendakNya.
Bukankah Hajar berlari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwa, Tetapi zam-zam justru terbit di kaki bayinya,
Ikhtiar itu laku perbuatan. Rizqi itu kejutan, ia kejutan untuk disyukuri hamba bertaqwa, datang dari arah tidak terduga.
Tugas manusia cuma menempuh jalan halal, Allah-lah yang melimpahkan bekal.
Sekali lagi yang terpenting di tiap kali kita meminta & Allah memberi karunia, jaga sikap saat menjemputnya & jawab soalan-Nya, "buat apa?"Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia, lupa bahwa semua hanya "hak pakai" yang halalnya akan dihisab & haramnya akan di'adzab.
Banyak yang mencampakkan keikhlasan 'amal demi tambahan harta, plus dibumbui kata untuk bantu sesama, lupa bahwa 'ibadah apapun semata atas pertolongan-Nya.
Dengan itu kita mohon "Ihdinash Shirathal Mustaqim", petunjuk ke jalan orang yang diberi nikmat ikhlas di dunia & nikmat ridha-Nya di akhirat.
Maka segala puji bagi Allah, hanya dengan nikmat-Nya menjadi sempurna semua kebajikan.
Awali hari dengan penuh doa yuks
Mungkin kau tak tahu di mana rizqimu. Tapi rizqimu tahu di mana engkau.
Dari langit, laut, gunung & lembah. Rabb memerintahkannya menujumu.
Allah berjanji menjamin rizqimu. Maka melalaikan ketaatan pada-Nya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijamin-Nya adalah kekeliruan berganda.
Tugas kita bukan mengkhawatiri rizqi atau bermuluk cita memiliki, melainkan menyiapkan jawaban "dari mana" & "untuk apa" atas tiap karunia.
Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia, dia alpa bahwa hakikat rizqi bukanlah yang tertulis dalam angka, tapi apa yang dinikmatinya.
Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya, demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya mati.
Maka amat keliru jika bekerja dimaknai mentawakkalkan rizqi pada perbuatan kita. Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rizqi itu urusan-Nya.
Kita bekerja untuk bersyukur, menegakkan taat & berbagi manfaat. Tapi rizqi tak selalu terletak di pekerjaan kita. Allah taruh sekehendakNya.
Bukankah Hajar berlari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwa, Tetapi zam-zam justru terbit di kaki bayinya,
Ikhtiar itu laku perbuatan. Rizqi itu kejutan, ia kejutan untuk disyukuri hamba bertaqwa, datang dari arah tidak terduga.
Tugas manusia cuma menempuh jalan halal, Allah-lah yang melimpahkan bekal.
Sekali lagi yang terpenting di tiap kali kita meminta & Allah memberi karunia, jaga sikap saat menjemputnya & jawab soalan-Nya, "buat apa?"Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia, lupa bahwa semua hanya "hak pakai" yang halalnya akan dihisab & haramnya akan di'adzab.
Banyak yang mencampakkan keikhlasan 'amal demi tambahan harta, plus dibumbui kata untuk bantu sesama, lupa bahwa 'ibadah apapun semata atas pertolongan-Nya.
Dengan itu kita mohon "Ihdinash Shirathal Mustaqim", petunjuk ke jalan orang yang diberi nikmat ikhlas di dunia & nikmat ridha-Nya di akhirat.
Maka segala puji bagi Allah, hanya dengan nikmat-Nya menjadi sempurna semua kebajikan.
Awali hari dengan penuh doa yuks
Langganan:
Postingan (Atom)





