Selasa, 14 Juli 2015

SETELAH 'LGBT' GILIRAN 'INCEST' MINTA DILEGALKAN DI JERMAN !!

Tidak tau siapa yang memulai, jelasnya dewan komite di negara tersebut kini sedang membahas permasalahan ini dalam pertemuan rutin anggota dewan. Diduga, mereka membahas legalisasi pernikahan antara pasangan yang memiliki hubungan darah ini karena adanya kasus percintaan kakak beradik yang menghasilkan empat orang anak, seperti dilansir Metro.

Dengan berdalih selain mengurangi kelahiran bayi yang abnormal, menurut mereka legalisasi ini juga bisa berpengaruh pada penurunan angka kriminalitas. Sebab, pelaku hubungan percintaan sedarah yang saat ini dianggap ilegal di negara tersebut terus meningkat.

Seperti kasus yang dialami Patrick Stuebig yang dihukum penjara selama 3 tahun karena menjalin hubungan dengan saudari-nya sendiri. Sehingga, kesimpulannya dewan komite tidak ingin penjara penuh hanya gara-gara pelaku incest yang terus bertambah setiap tahunnya.

Alamak bisa menjadi runyam begini ya? Setelah pernikahan sesama jenis kini giliran pelaku incest yang berjuang agar bisa diakui perilaku seksualnya di mata masyarakat. Jadi kesimpulannya para pelaku seksual yang menyimpang selama ini hanya memburu pengakuan masyarakat atas perilakunya itu dong? Bagaimana menurut Ayah Bunda tentang informasi yang mengejutkan ini?

Zaman semakin aneh, penjagaan terhadap anak-anak kita juga harus semakin extra waspada jangan sampai anak-anak kita menjadi salah satu 'korban' dari penyakit masyarakat seperti ini

Kamis, 09 Juli 2015

JANGAN BILANG "JANGAN' KE ANAK ANDA

Jangan Bilang "Jangan" Ke Anak Anda



Dalam kehidupan sehari-hari sering kita anak kecil yang dengan asiknya bermain permainan di taman yang dijaga orang tuanya, lalu anak tersebut merasa bosan lalu mengambil batu dan melempar batu tersebut ke sembarang arah atau mengambil segenggam tanah tanah lalu diaduk-aduk, lalu dengan tiba-tiba orang tuanya membentak "jangan main batu Dee'!" atau "jangan main tanah, kakaa..'!"
Itu adalah contoh keseharian yang mungkin sering kita temui dan contoh-contoh lainnnya.

Terkadang kita tidak sadar apa yang kita ucapkan itu seakan-akan sepela tetapi kenyataannya itu membekas pada anak kita dan berakibat pada psikologi anak. Anak akan merasa terkekang, dan semakin lama/sering itu terjadi maka perasaan terkekang itu menumpuk pada anak tersebut.

Berakibat anak kita suatu saat akan melakukan sesuatu hal yang mungkin bisa saja negatif tetapi karena jauh dari orang tua (karena tidak diawasi) maka dia merasa bebas-sebebasnya tanpa kontrol orang tua. Atau bisa saja anak tersebut berdampak negatif tidak memiliki "WILL" (kemauan/hasrat).
Jika anak tidak memiliki hasrat, sangat memungkinkan dia tidak memiliki daya juang yang mumpuni atau lebih parah lagi menjadi malas.

Karena pada usia-usia kecil (3-5 tahun), otak anak kecil sedang berkembang pesat (golden age), dan apa saja informasi yang masuk akan terekam jelas dibenaknya bahkan hingga dewasa. Jadi pilah-pilih lah ucapan yang akan Bunda dan Ayahanda ingin sampaikan ke anak-anak Anda.